Semarang, Cakrawala– Provinsi Jawa Tengah pada Triwulan III/2026 mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp24 triliun, atau tumbuh 16,78% dibandingkan Triwulan III/2025.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Johan Hadiyanto, realisasi investasi sebesar itu terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp9,14 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp14,86 triliun).
“Capaian tersebut berarti ada peningkatan 16,78%,” ujarnya pada ekspos realisasi investasi Jawa Tengah Triwulan III/2026, di Kantor DPMPTSP Jawa Tengah, Senin, 26 Oktober 2026.
Dia menyebutkan, investasi sebesar itu disertai dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 127.117 orang dari 26.431 proyek yang direalisasikan.
Sementara itu, Johan mengemukakan,total realisasi investasi di Provinsi Jawa Tengah hingga Triwulan III (Januari–September) 2026 mencapai Rp72,54 triliun atau setara dengan 73,21% target tahun ini yang dipatok Rp99,09 triliun.
Nilai realiasi hingga September itu, terdiri dari PMDN sebesar Rp31,77 triliun dan PMA senilai Rp40,77 triliun. Sedangkan penyerapan tenaga kerja mencapai 340.334 orang melalui 82.420 proyek.
Johan merinci, sebanyak lima daerah di Jawa Tengah menjadi sasaran tertinggi lokasi penanaman modal hingga September 2026.10.26.
Lima daerah tersebut, masing-masing Kabupaten Kendal Rp13,61 triliun, Kabupaten Semarang Rp9,08 triliun, Kabupaten Batang Rp8,55 triliun, Kabupaten Temanggung Rp5,05 triliun, dan Kabupaten Demak Rp4,29 triliun.
“Semua capai tersebut tak lepas dari kebijakan pemerintah, terutama terkait tax holiday dan penyediaan infrastruktur bagi investor,” tuturnya
l
