SEMARANG, CAKRAWALA – Di tengah dinamisnya lanskap industri perbankan nasional, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) sukses menorehkan tinta emas dalam sejarah korporasi. Bank milik pemerintah daerah ini berhasil mencatatkan lonjakan total aset hingga menembus angka psikologis Rp100 triliun untuk pertama kalinya.
Prestasi gemilang ini dibarengi dengan pertumbuhan laba bersih yang melesat signifikan sebesar 11,57% secara tahunan (year-on-year), mencapai Rp1,4 triliun. Angka pertumbuhan laba tersebut menempatkan Bank Jateng di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional yang berada di kisaran 9%, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu Bank Pembangunan Daerah (BPD) terbesar dan paling sehat di Indonesia.
Moncernya kinerja keuangan ini tidak lepas dari keberhasilan eksekusi strategi di tingkat regional. Di wilayah Solo Raya misalnya, realisasi pengumpulan Dana Pihak Ketiga (DPK) meroket hingga 105,98% dari target yang ditetapkan, sementara total capaian aset wilayah menyentuh 101,89%. Dari sisi fungsi intermediasi, penyaluran kredit dan pembiayaan juga berjalan sangat produktif dengan tingkat ketercapaian target sebesar 96,99%.
“Pencapaian aset Rp100 triliun ini adalah bukti nyata dari tingginya kepercayaan masyarakat Jawa Tengah terhadap tata kelola dan layanan kami,” ujar perwakilan manajemen Bank Jateng.
Nakhoda Baru dan Akselerasi UMKM
Akselerasi performa bisnis yang agresif namun pruden ini dikawal langsung oleh jajaran pengurus baru. Berdasarkan hasil keputusan strategis perusahaan terbaru, Bambang Widyatmoko resmi diangkat menjabat sebagai Direktur Utama Bank Jateng per Maret 2026. Di bawah nakhoda baru, bank berkomitmen penuh mempercepat digitalisasi layanan dan memperluas jangkauan pembiayaan ke sektor riil.
Menjawab tantangan digitalisasi perbankan modern, Bank Jateng kini semakin agresif mendorong sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program digital lending. Guna merangsang pertumbuhan ekonomi daerah, Bank Jateng menggelontorkan kredit usaha dengan suku bunga yang sangat kompetitif, mulai dari 9% efektif atau setara dengan bunga flat 0,41% per bulan.
Melalui kombinasi likuiditas yang tebal, manajemen risiko yang solid, serta kepemimpinan baru yang visioner, Bank Jateng optimistis mampu menjaga momentum pertumbuhan positif ini hingga akhir tahun dan terus menjadi motor penggerak utama perekonomian di Jawa Tengah. (CM/Red)
