Krimimal
Home » Jejak Senyap Imperium Surya Group di Pusaran Suap Cukai

Jejak Senyap Imperium Surya Group di Pusaran Suap Cukai

JAKARTA, Cakrawala – Kursi saksi di ruang pemeriksaan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap lowong hingga Jumat petang, 3 April 2026. Sosok yang dinanti penyidik, Muhammad Suryo, tidak kunjung menampakkan batang hidungnya. Pria yang kerap disapa sebagai “Bos HS” itu mangkir dari panggilan pertama tanpa memberikan secuil pun alasan, menyisakan tanda tanya besar dalam pengembangan kasus dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Nama Muhammad Suryo kini menjadi pusat gravitasi dalam penyidikan klaster korupsi yang melibatkan mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, Rizal. Penyidik menduga, pemilik merk rokok HS tersebut memiliki peran sentral dalam skema manipulasi kuota cukai yang merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah. Pemanggilan MS merupakan buntut dari rentetan penggeledahan yang mengungkap adanya “jalur hijau” khusus bagi distribusi produk-produk di bawah naungan Surya Group Holding Company.

Dugaan praktik lancung ini terendus saat produk rokok HS, yang baru diluncurkan oleh PT Sumber Wijaya Sakti pada Juli 2024, melakukan penetrasi pasar dengan kecepatan yang dianggap anomali oleh para pemain lama di industri hasil tembakau. Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, HS berhasil merajai pasar kelas menengah-bawah di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta dengan harga yang sangat kompetitif. Otoritas kini mendalami apakah efisiensi harga tersebut lahir dari inovasi bisnis ataukah hasil dari manipulasi golongan cukai dan penggunaan pita cukai yang tidak sesuai peruntukan.

Informan di lingkungan penegak hukum menyebutkan bahwa penyidik tengah menelusuri kaitan MS dengan temuan uang tunai senilai Rp5,19 miliar yang tersimpan rapi dalam lima koper di sebuah safe house di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Uang tersebut diduga merupakan dana taktis yang dialokasikan untuk memuluskan koordinasi dengan oknum-oknum di Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai guna mengamankan arus logistik perusahaan. Hingga saat ini, total aset senilai Rp40,5 miliar telah dibekukan oleh KPK sebagai bagian dari upaya pemulihan aset negara.

Gurita bisnis Surya Group sendiri memang tergolong masif untuk pengusaha yang baru mencuat dalam satu dekade terakhir. Berawal dari usaha material konstruksi dan beton precast melalui PT Surya Karya Setiabudi di Sleman, imperium MS merambah cepat ke sektor pertambangan mineral, energi, hingga memiliki maskapai logistik FlyJaya. Kecepatan ekspansi modal ini kini berada di bawah mikroskop penyidik untuk memastikan apakah ada praktik pencucian uang yang melibatkan anak-anak perusahaan tersebut.

Pemprov Jateng Pastikan Stok BBM dan Elpiji Aman, Masyarakat Diminta Tidak “Panic Buying”

Di lapangan, tekanan terhadap operasional HS mulai terasa. Di sepanjang jalur logistik Pantura, khususnya di wilayah Weleri hingga Kendal, frekuensi pencegatan truk logistik oleh tim gabungan Bea Cukai dan Satpol PP meningkat drastis. Pemeriksaan ketat dilakukan terhadap setiap hologram pada pita cukai produk yang keluar dari pusat produksi di Muntilan, Magelang. Otoritas daerah kini diperintahkan untuk melakukan verifikasi ulang terhadap data buruh linting guna memastikan kesesuaian dengan volume pita cukai yang dipesan perusahaan.

Muhammad Suryo kini berada di persimpangan jalan. Di tengah duka pribadi akibat kecelakaan maut di Kulon Progo bulan lalu yang merenggut nyawa istrinya, ia kini harus berhadapan dengan ancaman jemput paksa jika terus mengabaikan panggilan lembaga antirasuah. KPK menegaskan tidak akan berkompromi terhadap siapa pun yang mencoba menghalangi penyidikan klaster korupsi Bea Cukai ini, yang disebut-sebut sebagai salah satu kebocoran penerimaan negara terbesar tahun ini.