Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Otomotif Pilihan redaksi
Home » Merah Putih Berjaya di Lusail: Bengawan Team UNS Kunci Podium Shell Eco-Marathon Qatar 2026 di Tengah Badai Tantangan

Merah Putih Berjaya di Lusail: Bengawan Team UNS Kunci Podium Shell Eco-Marathon Qatar 2026 di Tengah Badai Tantangan

Foto: Tim Begawan (Istimewa)
Foto: Tim Begawan (Istimewa)

LUSAIL, QATAR – Konsistensi dan inovasi teknik tingkat tinggi kembali dibuktikan oleh mahasiswa Indonesia di kancah otomotif global. Tim Bengawan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) sukses mengamankan posisi ketiga dalam ajang bergengsi Shell Eco-Marathon Asia Pacific and Middle East 2026 yang digelar di Lusail International Circuit.

Pencapaian yang diraih pada Minggu (25/1/2026) ini bukan sekadar kemenangan biasa. Di tengah persaingan sengit melawan 96 tim dari 16 negara—termasuk raksasa teknologi Asia seperti Korea Selatan, Arab Saudi, dan China—tim kebanggaan Surakarta ini berhasil mempertahankan tradisi juara mereka di kategori Prototype Internal Combustion Engine.

Dominasi Indonesia di Sirkuit Internasional

Kompetisi tahun ini menjadi panggung pembuktian supremasi teknik mesin Indonesia. Podium kategori Prototype sepenuhnya dikuasai oleh tim-tim tanah air. Sementara Tim Semeru dari Universitas Negeri Malang dan Tim Antarwirya dari Universitas Diponegoro menempati posisi satu dan dua, Bengawan Team UNS melengkapi kejayaan tersebut dengan menyabet juara ketiga.

Keberhasilan ini mengulang prestasi serupa yang mereka raih tahun lalu di sirkuit yang sama, menegaskan bahwa UNS bukan hanya “kuda hitam”, melainkan kekuatan dominan yang konsisten di level Asia Pasifik.

Republik dalam Getar Telepon Dasco

Menaklukkan Cuaca Ekstrem

Perjuangan menuju podium tahun ini jauh lebih berat dibandingkan sebelumnya. Sirkuit Lusail tidak hanya menyuguhkan aspal panas, tetapi juga tantangan alam yang tak terduga. Para insinyur muda UNS harus memutar otak menghadapi kondisi cuaca dingin ekstrem dan angin kencang yang menerjang lintasan selama perlombaan berlangsung.

Kondisi ini memberikan hambatan aerodinamis yang signifikan bagi kendaraan hemat energi. Kendati didera berbagai kendala teknis akibat cuaca, Bengawan Team mampu menunjukkan ketenangan dan strategi yang matang, berhasil menyentuh garis finis dengan efisiensi bahan bakar yang memukau.

Dedikasi dan Inovasi Mendunia

General Manager Bengawan Team UNS, Dimas Aji Persada, menyatakan bahwa pencapaian ini adalah buah dari inovasi tanpa henti.

Pemprov Jateng Siapkan Surat Edaran WFH untuk ASN

“Babak final ini melibatkan lebih dari 1.000 peserta. Alhamdulillah, Bengawan Team berhasil menjadi yang nomor tiga di antara pesaing-pesaing hebat. Ini menunjukkan bahwa inovasi dan kerja keras tim kami layak diakui dunia,” ujar Dimas dengan bangga.

Sementara itu, Vice Manager Iqbal Haris Nurudin menekankan bahwa visi tim melampaui sekadar trofi. Menurutnya, partisipasi mereka adalah langkah nyata mahasiswa dalam menjaga lingkungan dan mengurangi potensi pemanasan global (Global Warming Potential).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Sebelas Maret dan para sponsor. Dukungan moril dan materiil menjadi pilar kesuksesan kami tahun ini serta motivasi untuk melanjutkan riset di tahun-tahun selanjutnya,” tambah Iqbal.

Standar Baru Efisiensi Energi

Keberhasilan ini tidak lepas dari tangan dingin para pembimbing, yakni Dharu Feby Smaradhana, S.T., M.Sc., Dr. Ir. Rendy Adhi Rachmanto, S.T., M.T., dan Prof. Dr. Eng. Syamsul Hadi, M.T., yang terus mendorong batasan desain kendaraan hemat energi.

Pemprov Jateng Pastikan Stok BBM dan Elpiji Aman, Masyarakat Diminta Tidak “Panic Buying”

Dengan pendekatan inovatif dan keahlian teknis yang telah menetapkan standar baru, Bengawan Team UNS sekali lagi membuktikan bahwa insinyur muda Indonesia siap memimpin masa depan mobilitas berkelanjutan di mata dunia