Regional
Home » Tragedi Tahunan Tembalang: Banjir Bandang Terjang Rowosari, Pemkot Semarang Percepat Evakuasi dan Penanganan Logistik

Tragedi Tahunan Tembalang: Banjir Bandang Terjang Rowosari, Pemkot Semarang Percepat Evakuasi dan Penanganan Logistik

SEMARANG, CAKRAWALA — Bencana banjir bandang kembali melumpuhkan wilayah Rowosari, Tembalang, pada Senin dini hari (16/2). Setelah malam mencekam yang merendam pemukiman hingga setinggi rumah, Pemerintah Kota Semarang kini bergerak masif melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan pemulihan dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

Kesaksian dari Atap: “Bukan Lagi Hitungan Jam”

Di Perumahan Grand Permata, evakuasi mandiri menjadi satu-satunya pilihan saat air merangkak naik hingga menyentuh atap rumah. “Kenaikan air tidak lagi dihitung per jam, tapi per menit. Kami tidak sempat menyelamatkan apa pun, prioritasnya hanya naik ke lantai dua atau atap untuk bertahan hidup,” ungkap salah satu warga kepada redaksi dengan nada syok.

Keadaan serupa terjadi di Rowosari Krasak dekat Jembatan Metro. Sekitar pukul 01.00 WIB, suasana pecah oleh riuh suara pengungsi yang berusaha menyelamatkan diri ke tempat tinggi. Wartawan di lapangan melaporkan kepanikan massal tersebut terjadi di tengah guyuran hujan lebat dan suara gemuruh air yang meluap dari sungai.

Respons Cepat BPBD: Evakuasi dan Logistik

Setelah Bedug Bertalu: Dialektika Ruhaniah dan Komunalitas di Tanah Jawa

Pemerintah Kota Semarang melalui BPBD telah menerjunkan personel untuk melakukan evakuasi di titik-titik kritis. Riyanto, perwakilan BPBD Kota Semarang, menyatakan bahwa selain evakuasi, fokus utama saat ini adalah penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak.

“Kami bergerak cepat untuk memastikan warga mendapatkan bantuan yang diperlukan. Saat ini, tim juga tengah menyiapkan dapur umum di lokasi strategis untuk menyuplai kebutuhan pangan para penyintas,” ungkap Riyanto.

Beruntung, dalam musibah yang terjadi secara mendadak ini, otoritas melaporkan nihil korban jiwa.

Anatomi Bencana: Debit Luapan dan Kendala Infrastruktur

Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa banjir dipicu oleh limpahan debit air yang sangat tinggi dari wilayah Kabupaten Semarang menuju Kali Babon. Volume air yang melampaui kapasitas sungai mengakibatkan luapan masif ke wilayah pemukiman, termasuk Perumahan Grand Permata dan Rowosari Krasak.

Benteng atau Belenggu: Menakar Kedaulatan di Balik Biobank Indonesia

Masalah teknis di infrastruktur pengairan turut memperburuk situasi. Bendungan di Pesarean dilaporkan tidak mampu mengalirkan air secara maksimal karena besarnya tekanan debit, sehingga memicu fenomena air balikan (backwater) ke arah pemukiman. Selain itu, belum berfungsinya Waduk Jragung secara maksimal disinyalir menjadi alasan mengapa bencana ini masih menjadi ancaman tahunan.

Harapannya, fungsionalitas penuh waduk tersebut di masa depan dapat meminimalisir risiko banjir secara signifikan.

Seruan Sinergi dan Tanggung Jawab Kolektif

Humas Kota Semarang, Bapak Ipung, menyampaikan himbauan agar masyarakat tetap bersabar dalam menghadapi musibah ini. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan aliran sungai agar bencana serupa dapat ditanggulangi di masa depan.

“Ini adalah tanggung jawab bersama—pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha di sepanjang jalur sungai. Tanpa sinergi yang baik, bencana seperti ini akan terus menjadi langganan. Mari kita bergandengan tangan, bahu-membahu agar kejadian ini tidak terulang di tahun-tahun mendatang,” tegas Ipung saat dihubungi Cakrawala.media melalui sambungan WhatsApp.

Menuju ‘Klub Negara Maju’: Indonesia Penuhi 70 Persen Standar Regulasi OECD

Koordinasi Lintas Sektoral dan Pemantauan Cuaca

Guna memastikan penanganan yang maksimal, Pemkot Semarang melalui BPBD Kota Semarang saat ini terus melakukan koordinasi intensif dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, komunikasi dengan BMKG terus diperkuat untuk memantau perkembangan cuaca secara real-time guna mengantisipasi adanya banjir susulan.

Pemerintah Kota Semarang menegaskan komitmennya untuk selalu berada di garis depan dan hadir di tengah masyarakat dalam menghadapi setiap krisis kebencanaan.