Pilihan redaksi
Home » Kado Valentine untuk Demokrasi: Mengapa Gen-Z Semarang Pilih Literasi daripada Hoaks Konstitusi​

Kado Valentine untuk Demokrasi: Mengapa Gen-Z Semarang Pilih Literasi daripada Hoaks Konstitusi​

​SEMARANG, CAKRAWALA – Di hari yang identik dengan ungkapan kasih sayang ini, ada sebuah tren menarik yang tumbuh di kalangan anak muda Semarang. Alih-alih hanya terjebak dalam romantisme semu, komunitas mahasiswa dan aktivis muda di Kota Atlas ini memilih untuk memberikan kado berbeda bagi bangsa: Komitmen melawan hoaks.​

Gen-Z: Konsumen Terbesar, Target Terempuk?​

Sebagai generasi yang lahir dengan gawai di tangan, Gen-Z adalah audiens utama informasi digital. Namun, data menunjukkan bahwa mereka juga sering menjadi target utama disinformasi, terutama terkait isu-isu sensitif seperti Konstitusi dan Hak Asasi.​

Menanggapi Putusan MK baru-baru ini yang kita bahas di seri ketiga, banyak beredar narasi pelintiran di media sosial yang mencoba membenturkan pers dengan penegak hukum. Di sinilah peran literasi menjadi krusial.​

Cakrawala Media: Menjadi Kompas di Tengah Badai Informasi​

Setelah Bedug Bertalu: Dialektika Ruhaniah dan Komunalitas di Tanah Jawa

“Bagi kami, jurnalisme kurasi bukan cuma buat orang tua. Kami butuh pegangan yang jelas di TikTok atau Instagram agar tidak terjebak berita palsu,” ujar Risa mahasiswa dari Universitas BPD Jateng saat ditemui di kawasan Simpang Lima.​

Cakrawala Media memandang bahwa literasi digital adalah bentuk tertinggi dari rasa cinta kepada publik. Melalui Jurnalisme Kurasi, kami menyediakan konten yang tidak hanya cepat, tapi juga memberikan konteks. Kami ingin anak muda Semarang tidak hanya mahir membagikan konten (sharing), tapi juga mahir menyaring (filtering).​

Literasi adalah Bahasa Cinta Terbaik untuk Demokrasi​

Melawan hoaks konstitusi adalah perjuangan menjaga akal sehat. Ketika informasi palsu mengenai hukum negara dibiarkan, yang rusak adalah fondasi kepercayaan masyarakat.

​Dalam pekan HPN 2026 ini, Cakrawala mengajak Gen-Z untuk:

Benteng atau Belenggu: Menakar Kedaulatan di Balik Biobank Indonesia

  • Cek Sebelum Klik: Jangan biarkan jempol lebih cepat dari logika.​
  • Cari Sumber Terverifikasi: Pastikan media yang dibaca memiliki standar Dewan Pers.​
  • Berani Mengoreksi: Jadilah garda terdepan untuk menegur hoaks yang masuk ke grup keluarga atau lingkaran pertemanan.

​Mari kita jadikan 14 Februari ini sebagai momentum untuk mencintai Indonesia dengan cara menjaga kewarasan ruang digital kita.