SERANG, Cakrawala – Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 resmi digelar kemarin di Kota Serang, Banten, dengan mengusung tema besar: “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”. Dalam momentum ini, Dewan Pers menyampaikan pernyataan sikap tegas terkait masa depan ekosistem media di Indonesia yang kian terhimpit oleh dominasi platform digital dan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Transformasi Regulasi: Dari Perpres ke UU
Ketua Dewan Pers, Prof. Komaruddin Hidayat, dalam pidatonya menekankan perlunya peningkatan status hukum Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas menjadi Undang-Undang.
“Implementasi Publisher Rights harus diperkuat. Kita tidak bisa hanya bergantung pada Perpres jika ingin menjamin keberlanjutan bisnis media pers konvensional yang kini kian tergerus oleh algoritma media sosial,” tegas Komaruddin di hadapan insan pers dan pejabat negara yang hadir.
Dewan Pers menyoroti ketimpangan distribusi iklan yang mayoritas tersedot ke platform global, sementara perusahaan pers nasional menanggung beban produksi konten yang mahal dengan standar etika yang ketat.
Menghadapi Tantangan AI: Royalti dan Etika
Isu Kecerdasan Buatan (AI) juga menjadi sorotan utama dalam rilis HPN tahun ini. Dewan Pers mendesak agar ada mekanisme jelas terkait kewajiban platform AI untuk membayar royalti atas karya jurnalistik yang digunakan sebagai basis data pelatihan (training data) mesin mereka.
”AI wajib menghargai hak cipta jurnalistik. Selain itu, jurnalisme manusia tidak boleh digantikan sepenuhnya; peran manusia sebagai pengendali (human-in-the-loop) tetap menjadi kunci untuk menjaga akurasi dan mencegah disinformasi,” tambah rilis tersebut.
Catatan Pengaduan dan Kualitas Pers
Sepanjang setahun terakhir, Dewan Pers mencatat lonjakan pengaduan pemberitaan yang mencapai rata-rata 10 aduan per hari. Bagi Dewan Pers, angka ini menunjukkan dua sisi: tingginya kesadaran publik terhadap hak jawab, namun juga menjadi peringatan keras bagi media untuk terus meningkatkan profesionalisme dan menjauhi praktik jurnalisme clickbait.
Pers Sehat untuk Ekonomi Berdaulat
Sesuai tema HPN 2026, kemerdekaan pers dipandang sebagai fondasi utama ekonomi yang berdaulat. Pers yang sehat secara finansial dan independen secara politik adalah prasyarat untuk menciptakan iklim investasi dan pembangunan yang transparan.
Catatan Redaksi:
Berita ini merupakan bagian kedua dari seri khusus “Pekan Hari Pers Nasional 2026” di Cakrawala Media.
