Semarang, Cakrawala – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar acara halalbihalal di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Rabu, 25 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi berbagai elemen masyarakat dari beragam latar belakang.
Kegiatan halalbihalal di hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran itu, dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Forkopimda Jateng Sekda Jateng Sumarno, Ketua DPRD Jateng Sumanto, Wakapolda Jateng Latif Usman, Kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Dirut BUMD Jateng. Hadir juga Ketua TP PKK sekaligus istri Taj Yasin Maimoen, Nawal Nur Arafah.
Acara ini juga diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai di lingkungan Pemprov Jateng, kelompok disabilitas, anak yatim piatu dari sejumlah panti asuhan, warga sekitar Pemprov Jateng, sejumlah wartawan, organisasi kemasyarakatan dan lainnya.
Tak ketinggalan, Bupati-Wakil Bupati dan Walikota-Wakil Walikota se-Jateng juga ikut nimbrung untuk silaturahmi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur.
Menurut Luthfi, kegiatan halalbihalal tersebut merupakan tradisi yang dilakukan setiap idulfitri. Selain untuk silaturahmi, kegiatan tersebut juga untuk meningkatkan sinergisitas antar-OPD dengan seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.
“Kita lakukan halalbihalal, untuk menyamakan persepsi, bersilaturahmi, dan spirit untuk meningkatkan pelayanan di 35 kabupaten/kota,” kata Ahmad Luthfi usai acara.
Lebih lanjut, Luthfi menekankan halalbihalal juga menjadi momentum refleksi bagi ASN untuk memperkuat integritas dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Makna halalbihalal bagi ASN adalah saling memaafkan, sekaligus memperkuat integritas kepala daerah agar pemerintahan berjalan secara good governance,” jelasnya.
Ia menegaskan, nilai kebersamaan yang terbangun dalam halalbihalal harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan publik, serta tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Dalam kesempatan itu, kelompok disabilitas dan anak panti juga ikut merayakan halalbihalal di Kantor Gubernur. Di antara mereka mengaku senang karena bisa bertemu dan bersilaturahmi langsung dengan Gubernur dan Wakil Gubernur.
Seperti yang disampaikan oleh Ketua Himpunan Masyarakat Inklusif Kota Semarang, Yayuk. Ia berterima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur atas kesempatan yang diberikan kepada kawan-kawan disabilitas setiap idulfitri.
“Tahun ini lebih banyak kawan disabilitas yang terlibat, karena sekarang lebih banyak organisasi yang terbentuk. Komunitas kami mewadahi 31 organisasi disabilitas di Kota Semarang,” ujarnya.
Ia juga berharap, ke depan penyandang disabilitas lebih diperhatikan lagi dengan diberikan banyak ruang berkarya agar dapat mandiri. Selama ini Pemerintah Provinsi sudah sangat peduli dengan para penyandang disabilitas.
“Semakin hari inklusivitas di Jawa Tengah semakin baik. Semoga lebih banyak ruang berkarya bagi kami,” ujar Yayuk.
Setali tiga uang, salah seorang penghuni Panti Pelayanan Sosial Anak Woro Wiloso Salatiga, Yuliani mengaku, senang dan bersyukur karena tidak semua orang bisa bertemu langsung dengan Gubernur dan Wakil Gubernur. Ia tidak menyangka bahwa tahun ini ia berkesempatan halalbihalal di Kantor Gubernur.
“Ini pertama kali halalbihalal di sini. Senang karena sebelumnya Pak Gubernur memang menawari kami untuk lebaran di Kantor Gubernur. Semoga lebih maju dan berkembang untuk Jawa Tengah,” ujarnya. (*)
